Utopianisa

Utopianisa

Puisi || Fiksi || Inspirasi

Sunday, February 25, 2018

Hasan dan Mainan

3:17 PM 7
Hasan dan Mainan
cerpen-anak
Pagi itu hari Minggu. Itu artinya anak-anak libur dari sekolah. Untuk mengisi liburnya, Hasan pun diajak oleh ayahnya pergi ke rumah paman. Hasan merasa sangat senang. Di rumah paman ada banyak teman termasuk si Ahmad sepupu Hasan, Ridho tetangga Ahmad dan masih banyak lagi. Hasan pun membawa mainan kesukaannya.   Setelah Hasan dan ayahnya bersiap-siap mereka berdua naik motor ke rumah paman yang berada di tetangga desa.


Sunday, November 26, 2017

Pada Batas Penantian Episode 12

5:07 PM 0
Pada Batas Penantian Episode 12

Jika ada yang tanya pilihan apa yang terberat bagi Sarah, saat inilah. Saat cinta pertamanya, bahkan kriteria dari calon suami idaman ada pada Yandi tapi tak bisa untuk memilihnya. Di saat yang sama Sarah  telah bertunangan dengan Lukman. Pria sederhana yang secara resmi melamarnya dan satu minggu lagi menjadi suaminya.

Saat Sarah memutuskan untuk bertemu dengan Yandi, Sarah telah mempersiapkan segalanya. Hatinya, perasaannya, dan juga keputusannya. Malam sebelumnya Sarah telah mempertimbangkan  keputusannya. Meski berat tapi harus dibuat.

“Maafkan aku Yandi” Sarah mengeluarkan sebuah undangan toska cantik “ini sekaligus sebagai undangan buat kamu, satu minggu lagi” Sarah mantap menyerahkan.

Yandi menerima dan mengamati undangan itu. Tertulis dengan indah Sarah dan Lukman. Yandi yang awalnya terkejut akhirnya tersenyum, meski sedikit dipaksakan. Bagaimanapun Yandi sebelum menghubungi Sarah telah mempersiapkan kemungkinan terbesar, yaitu Sarah telah menikah.
“Selamat Sarah, semoga SAMARA” Ucap Yandi.
“Terima kasih” ucap Sarah sambil tersenyum. Setelah mengobrol sebentar mereka sepakat untuk pulang.

Hari itu ada kelegaan di hati Sarah. Beban selama tiga tahun tentang Yandi akhirnya bisa dilepaskan hari ini. Mereka berpisah di café itu. Yandi pulang ke kampong halamannya, dan Sarah pulang dengan mengambil separuh hatinya yang dulu di bawa Yandi. Kini Sarah bisa memulai hidup baru sepenuh hatinya dengan Lukman.
***
Dua minggu setelah pertemuan dengan Sarah, Yandi telah kembali ke USA. Di kamar apartemennya Yandi melihat-lihat foto pernikahan Sarah melalui akun instagram. Sarah terlihat bahagia dengan lelaki itu, Lukman. Yandi sadar bukan salah Sarah jika kemudian menikah. Seandainya dulu ia memberi kabar Sarah dan mampu meyakinkan orang tuanya bahwa tak perlu mengkuaturkan pernikahan berbeda suku bangsa, mungkin laki-laki bahagia di samping Sarah itu adalah dirinya.
Selamat berbahagia ya Sob..
Tulis Yandi di komentar foto akun pengantin pria. Bisa dikatakan dunia memang tak selebar daun kelor. Lelaki yang bahagia disamping Sarah ternyata Lukman, sahabat terbaiknya ketika SMA. Lukman baru mengabari Yandi atas pernikahannya, ketika Yandi perjalanan pulang dari Bandara setelah bertemu Sarah. Hanya sebuah doa dari jauh untuk Lukman dan Sarah, dua orang yang berarti dalam hidup Yandi.

Pada Batas Penantian Episode 11

5:04 PM 0
Pada Batas Penantian Episode 11
Berumah tangga tak ubahnya seperti membangun sebuah rumah. Dari mulai pondasi kepercayaan sampai pada genting akad  nikah sehingga rangkaian proses pembangunan sampai pada tahap pernikahan. Tak selamanya bangunan akan menjadi sebuah rumah. Bisa juga sebelum terbangun malah hancur oleh masalah.

Saturday, November 25, 2017

Pada Batas Penantian Episode 10

3:57 PM 0
Pada Batas Penantian Episode 10

Jalanan kota siang itu merambat padat. Hujan yang mengguyur sejak pagi cukup membuat beberapa ruas jalan tergenang air. Udara dingin yang dibawa hujan cukup menusuk kulit. Butiran hujan membuat kaca jendela bis remang-remang tak jelas. Tentu keadaan itu membuat Sarah tak leluasa melihat keluar.

“Fida aku bingung harus bagaimana” kata Sarah kepada Fida
“Kalau kamu bingung berarti kamu masih menyimpan rasa itu Sarah” Fida menjawab sambil memperhatikan sahabatnya
“Entahlah” jawab Sarah singkat
“Aku hanya kuatir kalau kamu datang bertemu Yandi, kamu akan goyah untuk menikah dengan Lukman” Fida menjelaskan.

Sarah tak menjawab penjelasan Fida. Namun pada akhirnya Sarah menuruti kata hatinya untuk bertemu dengan Yandi di bandara. Seperti sekarang Sarah berada di bis kota menuju bandara.
Pikiran Sarah kembali pada sosok Yandi. Seperti fragmen film yang memutar kembali lagi awal pertemuan dengan lelaki yang dikaguminya itu, dulu. Tiga tahun lalu.

Entah suatu kebetulan atau sebuah takdir, Sarah dan Yandi beberapa kali bertemu di parkiran masjid tempat mereka mengikuti ahad pagi. Tapi tak ada bicara apalagi menyapa. Mereka segera mengalihkan pandangan ketika tanpa sengaja mata mereka bertemu. Tapi tak demikian ketika tanpa sengaja bertemu di toko buku langganan mereka. Ketika ingin pulang motor Sarah mogok tak bisa dinyalakan. Yandi yang kebetulan ingin melihat Sarah menawarkan bantuan untuk membawa motor Sarah ke bengkel yang terdekat. Namun karena hari sudah sore bengkel pun sudah tutup. Yandi pun meminta Sarah membawa ke kosan motornya, sementara motor Sarah dibawa Yandi ke kosnya yang dekat dengan toko buku.

Sejak kejadian itu Yandi dan Sarah bisa dibilang dekat. Namun mereka tahu sama- sama tak ingin membina hubungan bernama pacaran. Telpon pun sekedarnya jika benar-benar perlu. Namun mereka berdua sama- sama tahu kalau sebenarnya benih ketertarikan atau cinta mulai tumbuh diantara mereka.
“Sarah bagaimana kalau kita menikah?” tanya Yandi ketika menelpon Sarah
“Tapi saya masih kuliah” jawab Sarah
“Kamu tetap bisa melanjutkan sambil berumah tangga” jawab Yandi

Saat itu Sarah memutuskan untuk mengungkapkan niatnya kepada kepada ibunya. Bagaimanapun hatinya ingin menyempurnakan separuh dien dengan Yandi

Pada Batas Penantian Episode 9

3:55 PM 0
Pada Batas Penantian Episode 9
Sore itu rumah Joglo yang bercirikan khas Jawa terlihat menampakkan kesibukkannya. Tanaman yang tumbuh subur di depan rumah semakin cantik karena tertata rapi. Aneka bau makanan lezat membuat air liur keluar karena ingin segera menikmati. Anak kecil berlarian tanda ikut larut dalam kebahagian.